
Kyai Abu Sofyan Resmi Pimpin PRNU Purwokerto Lor, Siap Hidupkan Marwah Organisasi
PURWOKERTO (banserbanyumas.com)- Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Purwokerto Lor sukses menyelenggarakan Musyawarah Ranting di Masjid Al Ma’tsurot, Purwokerto Lor, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Purwokerto Timur, tokoh agama, serta unsur badan otonom (Banom) NU di lingkungan Purwokerto Lor. Kehadiran lintas elemen tersebut menegaskan kuatnya dukungan terhadap keberlangsungan roda organisasi di tingkat ranting.
Turut hadir dalam kegiatan itu Rois Syuriah MWC NU Purwokerto Timur KH Ahmad Jauhari, Katib MWC NU Purwokerto Timur KH Rachmat Burhani, Ketua Tanfidziyah MWC NU Purwokerto Timur KH Mabruri, serta Sekretaris MWC NU Purwokerto Timur Ustadz Muammil Hidayah.
Selain itu, para pengurus Banom NU tingkat ranting juga hadir memberikan dukungan penuh, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, hingga IPNU-IPPNU Purwokerto Lor.
Dalam proses musyawarah yang berlangsung lancar dan penuh mufakat, Kyai Abu Sofyan resmi terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Purwokerto Lor masa khidmat 2026-2031.
Terpilihnya Kyai Abu Sofyan diharapkan menjadi awal baru bagi penguatan peran PRNU Purwokerto Lor dalam membina umat, memperkuat tradisi keagamaan, serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.
Dalam sambutan perdananya usai terpilih, Kyai Abu Sofyan menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali marwah organisasi di tingkat akar rumput. Ia menyatakan siap mengaktifkan kembali rutinitas pertemuan serta memperbanyak kegiatan ke-NU-an agar manfaat organisasi dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Kami berkomitmen untuk lebih aktif dalam mengadakan pertemuan rutin dan memperbanyak kegiatan keagamaan serta sosial yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama di wilayah Purwokerto Lor,” ujar Kyai Abu Sofyan.
Menurutnya, penguatan organisasi di tingkat ranting harus dimulai dari konsolidasi internal yang solid, diikuti dengan penguatan program keagamaan dan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Rois Syuriah MWC NU Purwokerto Timur KH Ahmad Jauhari dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa pengurus ranting merupakan ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara di tingkat lokal agar gerakan organisasi berjalan selaras dengan kebutuhan umat. Menurutnya, pengurus NU harus menanamkan semangat khidmat dalam setiap langkah pengabdian.
“Pengurus NU harus siap berkhidmat dengan ikhlas. Jangan mengukur perjuangan dengan materi, karena kekuatan NU terletak pada keikhlasan para pengurusnya dalam melayani umat,” pesan KH Ahmad Jauhari.
Ia juga berharap kepengurusan baru periode 2026-2031 mampu merangkul generasi muda agar estafet perjuangan Nahdlatul Ulama di Purwokerto Lor terus berlanjut dan semakin kuat.
- Kontributor: Julian
- Editor : Miftah

