PCNU Banyumas Tegaskan Peran NU sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Purwokerto (banserbanyumas.com)- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas menegaskan pentingnya persatuan dan sinergi antar badan otonom (banom) dalam momentum Hari Lahir (Harlah) bersama yang digelar di Menara Teratai, Jumat (24/4/2026).

Ketua PCNU Banyumas, Drs. H. Imam Hidayat, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan berbagai banom NU tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi inspirasi untuk menyongsong abad kedua NU dengan pola pikir yang lebih terbuka dan kolaboratif.

“Setelah seremoni ini, Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU tidak berjalan sendiri-sendiri. Ke depan, sekat-sekat ego masing-masing harus dihilangkan. Kita harus benar-benar satu visi dan bergerak dalam satu langkah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa NU bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah pengabdian kepada umat. “NU adalah tempat khodimul ummah, melayani umat, sekaligus menjadi penggerak perubahan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga mendorong agar program-program banom dapat terintegrasi, mengedepankan kebersamaan, serta memperkuat sinergi di berbagai lini kegiatan.

Selain itu, PCNU Banyumas juga menekankan pentingnya hubungan konstruktif dengan pemerintah daerah. Menurutnya, NU harus menjadi mitra strategis bupati dalam menyukseskan program pembangunan.

“NU adalah mitra bupati, bukan pelayan. Kita siap mendukung dan menyukseskan program pemerintah. Namun, jika ada kebijakan yang tidak sesuai, NU Banyumas akan menjadi pihak yang paling tajam dalam menyampaikan kritik,” tegasnya.

Kyai Imam juga berharap harlah ini menjadi momentum penguatan konsolidasi internal organisasi sekaligus mempertegas peran NU sebagai kekuatan sosial keagamaan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika masyarakat. (eron/Mift).

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *