GP Ansor Banyumas Cetak Kader Berwawasan dan Berintegritas Tinggi

​H. Faisal Riza selaku Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah saat penyematan tanda peserta PKL dan Susbalan di Pondok Pesantren Assuniyyah, Sokaraja, Banyumas, Jum’at (21/12).

 

 

 

BANSERBANYUMAS.COM; Banyumas –  Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyumas kembali mengkader anggotanya untuk menjadi kader  berwawasan luas, berintegritas tinggi, serta konsisten menjaga ajaran Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah dalam bingkai NKRI.

Pengkaderan ini dibalut dalam kegiatan bertajuk Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang digelar di Pondok Pesantren Assunniyyah Kebonkapol, Sokaraja Lor, Banyumas, Jumat- Minggu (21-23/12).

Jumlah peserta yang terdaftar mengikuti kegiatan ini terdiri dari peserta PKL 70 orang dan Susbalan 177 orang yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah, DIY, Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung.

Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh H. Faisal Riza, dan dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Assunniyah, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Banyumas, Ketua Tanfidziah PCNU Banyumas, PC Muslimat Sokaraja, Pengurus Cabang Muslimat Banyumas, IPNU IPPNU, serta jajaran pengurus GP Ansor dari Pimpinan Pusat, Wilayah Jawa Tengah dan Pengurus Cabang Kabupaten Banyumas. Hadir pula para tamu  undangan dari jajaran TNI dan POLRI, Jum’at (21/12).

Dalam sambutannya  H. Faisal Riza, mengatakan, PKL dan Susbalan merupakan bagian dari proses kaderisasi di GP Ansor yang dirancang untuk calon-calon pimpinan dan perwira.

Syarat utama peserta PKL adalah telah lulus PKD, sedangkan peserta Susbalan telah lulus Diklatsar. PKL dan Susbalan kali ini berbeda terutama dengan diadakannya screening. Mulai dari rekemondasi, tes tulis, wawancara, baca alquran dan kitab kuning bagi alumni pondok pesantren.

Baca Juga  GMNU Ajibarang Berikrar Setia NKRI

Sistem screning ini sudah berjalan di tiga wilayah di Provinsi Jateng yang telah menjalankan PKL dan Susbalan. Sistem screening ini diharapkan nantinya akan diterapkan di seluruh Indonesia mulai tahun depan dengan harapan kader anggota dihasilkan akan makin berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banyumas, H. Sabar Munanto mengemukakan, Ansor dan Banser merupakan tulang punggung NU untuk menjaga Aswaja Annahdliyah.

NU saat ini mendapat serangan yang kuat seperti zaman para sahabat, dihembuskan isu bahwa pemerintah menghambur-hamburkan anggaran dan sistem kekeluargaan. Selain itu diisukan bahwa Sayyidina Ali tidak berhukumkan alquran.

“Ansor dan Banser harus beriman dan berilmu pengetahuan. Diantaranya dengan sholat berjamaah, banyak berdikir, berdakwah. Selain itu para kader harus selalu belajar dengan fenomena yang muncul,” tandasnya.

Ia menambahkan, radikalis selalu menghembuskan kepada masyarakat bahwa mereka lebih baik pemahaman agamanya. Sehingga diperlukan strategi dan ilmu agar masyarakat simpati kepada NU dengan keilmuannya dan takut dengan ketegasannya. (Rauf/ Mift1028).

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button