​TPA Kaliori Ditutup, Warga Bisa Hirup Udara Segar

BANSERBANYUMAS.COM; Kaliori- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliori, Banyumas mulai Januari 2019 resmi ditutup. Penutupan ini merupakan buntut dari tuntutan warga sekitar TPA Kaliori pada 2 April 2018.

Saat itu terjadi demonstrasi dan blokade warga kaliori terkait pengelolaan sampah di TPA Kaliori yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Demonstrasi melibatkan beberapa elemen masyarakat. Selain warga dari Kaliori, ada juga warga dari Kalibagor, serta  warga lainnya yang merasa lingkungannya terdampak oleh keberadaan TPA.

Sementara itu Gerakan Pemuda Ansor PAC Kalibagor sebagai salah satu ormas yang beranggotakan warga terdampak dengan tegas menyatakan menolak pengelolaan TPA Kendalisada karena tidak sesuai dengan yang dijanjikan dan telah merugikan warga. 

Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Ketua PAC GP ANSOR Kalibagor M. Fiqih Zulfikar . “Dengan Mengucap Bismillah Hirohmannirrohim Pimpinan Ansor PAC Kalibagor sangat-sangat menolak pengelolaan TPA Kendalisada Kaliori yang telah mengkhianati perjanjian, yang telah sewenang-wenang merugikan masyarakat Kaliori dan sekitarnya,” tegasnya.

Baca Juga  Konferancab Ansor Pekuncen, Kader Harus Satu Komando

Penutupan TPA Kaliori sempat membuat Banyumas darurat sampah. Pemerintah Kabupaten Banyumas, kemudian melakukan perundingan dengan warga sekitar TPA agar TPA bisa dibuka kembali hingga pemerintah kabupaten mampu menyediakan lahan pembuangan sampah yang baru. 

Hasil perundingan ini akhirnya warga melunak dengan mengijinkan pembuangan sampah. Namun, dengan ketentuan hanya 15 truk sampah setiap hari serta dengan batas waktu hingga Desember 2018. Perlu diketahui produksi sampah dari Kota Purwokerto mencapai 40 truk setiap hari.

Sementara itu, penutupan TPA Kaliori disambut gembira warga sekitar. Dengan berhentinya operasi TPA warga berharap bisa kembali memiliki lingkungan sehat, merasakan segarnya udara tanpa adanya bau yang menyengat.

Mereka juga berharap lahan pertanian di sekitar TPA bisa kembali subur, walaupun perlu waktu untuk mengembalikan kondisi alam seperti sedia kala. (Adi/Mift-acm1028)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button